Empat Faktor Penyebab Oded – Yana Unggul Telak

Posting by Jumat, 29 Juni 2018 23:24:32 WIB 526 kali

Dr Agus Aribowo MM, Pengamat politik PT PARAMETER KONSULTINDO

BANDUNG, (PR).-

            Berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, pasangan Oded M Danial – Yana Mulyana unggul telak terhadap peserta lainnya dalam Pilwalkot Bandung 2018. Perolehan suara mencapai 50 persen lebih. Hasil hitung cepat itu pun tak jauh berbeda dengan rekapitulasi yang dirilis dalam infokpujabar.org. Hingga Kamis (28/6/2018) pukul 20.00, perolehan sementara Oded – Yana mencapai 50,02 persen.

            Menurut pengamat politik dari Universitas Kristen Maranatha, Agus Aribowo, ada empat faktor yang membuat suara Oded melesat dibanding dua calon lainnya. Pertama, faktor personal branding dari Oded M Danial yang juga Wakil Wali Kota Bandung non-aktif ( selama mengikuti kampanye ).

            “ Kedua, faktor identifikasi Partai Keadilan Sejahtera di Kota Bandung yang sangat kuat. Ketiga, mesin partai pengusung, khususnya PKS, yang sangat solid. Keempat, tidak adanya tokoh alternatif yang sangat kuat dan menonjol. Kombinasi keempat faktor ini membuat Oded M Danial – Yana Mulyana, punya positional advantage dibandingkan pasangan calon lainnya,” ujar Agus yang juga berkecimpung sebagai konsultan politik melalui PT Parameter Konsultindo.

            Menurut dia, dari sisi branding, Oded adalah petahana yang telah “berinvestasi” selama beberapa tahun sebelumnya, baik sebagai Wakil Wali Kota Bandung ataupun saat menjadi anggota DPRD Kota Bandung. “ Beliau terjun ke masyarakat dalam berbagai bentuk kegiatan, baik kegiatan pemerintahan maupun sosial dan keagamaannya,” katanya.

            Ditinjau dari identifikasi partai, pemilih PKS sangat loyal terhadap siapa pun kandidat yang diusung PKS. “ Artinya, pemilih legislatif PKS tahun 2014, bisa dipastikan memilih Oded – Yana tahun 2018 ini secara bulat dan utuh,” katanya.

            Menilik dari mesin PKS, strukturnya solid dan kadernya militan dalam bekerja. Selalu melaksanakan keputusan partai. “ Di lapangan, ada saja undecided voter yang akhirnya memilih Oded – Yana karena soft compaign yang dilakukan struktur partai hingga tingkat kelurahan,” ujarnya.

            Sementara, dilihat dari pilihan kandidat wali kota yang ada, secara track record dan kapasitas untuk terjadinya perubahan yang signifikan, belum terlihat kekuatannya. “ Karena itu, siapa pun kandidat yang sudah berinvestasi lebih awal, dia punya peluang lebih besar,” katanya. (Satrya Graha)***